
Sang Gagak
Dua cahaya yang menyerupai kilat menyambar dua buah bukit. Seekor hewan ternak yang elok dan sehat di atas bukit tiba-tiba hilang. Dan di bukit yang lain ada hasil panen pertanian tetap busuk, keadaan seperti itu dari adanya. Kabarnya hewan ternak yang hilang tersebut telah diterima Tuhan, dan hasil pertanian itu ditolak Tuhan.
Qabil sang pemilik hasil pertanian kesal, dongkol dan iri terhadap Habil, persembahannya tidak diterima oleh SWT. Dia lalu berniat ingin membunuh Habil, entah niat itu darimana datangnya. Mungkin bisikan dari iblis, sama seperti yang dialami bapaknya, Nabi Adam a.s (alaihisalam) saat makan buah quldi di nirwana. Nafsu ingin membunuh itu bermula saat Habil “diputuskan” untuk dikawinkan dengan Iqlima, saudara kembar dari Qabil yang menurut beberapa kisah cantik jelita, serupa dengan Qabil yang rupawan. Sedangkan Qabil dinikahi dengan Labuda, saudara kembar Habil yang menurut Qabil tak rupawati alias jelek, gak menarik dan hanya pantas untuk pria jelek pula seperti Habil.
Tibalah disuatu kesempatan Qabil berhasil membunuh Habil. Dia bingung, hendak diapakan mayat yang teronggok itu, maka Allah SWT pun menunjukkan cara mengubur yang baik melalui Gagak yang mengubur mayat sesama Gagak lainnya.
Konon, kata-nya jangan dibalik. Eh bukan, maksud saya begini, konon katanya apa yang telah dilakukan Qabil itu merupakan kejahatan yang pertama di muka bumi. Kalau menurut riwayat yang sering diperdengarkan kepada muslim, pembunuhan Habil itulah yang menjadi pembunuhan sekaligus kejahatan pertama di muka bumi ini. Tapi kalau dilihat lebih seksama dan dirunut secara kronologis, ada beberapa kejahatan yang menjadi sebab-musabab terjadinya pembunuhan tersebut. Berikut hasil analisa asal dari saya;
- Qabil menghina Labuda jelek.
Labuda adalah saudari kembar dari Habil. Qabil dan Iqlima serta Habil dan Labuda masing-masing lahir bersamaan dari perut Siti Hawa. Qabil sombong, dia merasa ganteng dan tampan. Dia merasa perjodohan yang dilakukan oleh Adam a.s tidak fair. “What the hell?! Masa orang ganteng kawin sama orang jelek?”, mungkin ini yang ada di benak si Qabil sesaat sebelum akad nikah dilakukan. Sepertinya kita perlu nyalahin Qabil, karena dia lah yang akhirnya membuat beberapa dari kita sekarang ini semakin sering saling mengejek, membeda-bedakan cakep v.s. jelek. Kan kasihan orang-orang yang jelek kayak lo dikatain melulu… :p
- Qabil ngasih “sesajen” ke Allah SWT barang yang tidak layak.
Pada saat itu Adam a.s mengaku (deuh, udah kayak diinterogasi aja lo) hanya menuruti perintah Allah SWT. Dia diperintahkan untuk kawin-in silang anak-anaknya (ayo arahkan dengan tanda panah tabel dibawah ini seperti apa kawin silang yang saya maksud? udah ada clue-nya looh).

iseng-iseng gak guna
Atas petunjuk Allah SWT, DIA menyuruh Adam untuk menguji seberapa besar pengorbanan dan keikhlasan Qabil dan Habil dalam memberi barang-barang yang dimiliki untuk diberikan kepada-Nya. Alhasil, Qabil yang sudah keburu dongkol dan gedek sama perkawinan itu cuma ngasih hasil pertanian yang busuk-busuk saja. Coba bayangin, sama Allah SWT yang Tuhannya aja dikasih barang busuk, yang gak tau bisa diapain lagi. Dimakan gak bisa, jadi pupuk mungkin iya. Lagi-lagi Qabil telah dari awal membentuk pola pikir sebagian dari manusia untuk mudah saja melanggar perintah Tuhan (loh koq saya jadi nyalah-nyalahin sih?). Ngeluarin duit untuk traktir temen pake uang 100 ribuan gampaang bener sedangkan untuk naro duit di kotak amal aja susahnya minta ampuuun dijee..
Dan pada akhirnyaaa, karena kebencian yang udah numpuk-numpuk dan kejahatan juga terjadi karena ada kesempatan, maka waspadalah waspadalah! (haduuh, lagi-lagi bukan ini yang saya maksud).
okeh, sekian dan terima kasih sudah membaca bualan dari saya.
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA
Sumber:
Foto Burung Gagak
*fiuhh, menulis pada saat penat, lanjut skripsi-an lagi aaah..
komentar mereka